Penampilan gemilang Boaz Salossa yang mencetak gol saat Indonesia menjamu Uruguay di stadion Gelora Bung Karno pada 8 Oktober lalu tidak hanya mendapatkan pujian dari figur sepakbola internasional, tetapi juga berhasil menarik minat dari klub Serie A Italia, Cesena.
"Dia punya bakat, tapi tidak di tempat yang tepat," kata pelatih Cesena, Massimo Ficcadenti.
Cesena yang saat ini menjadi salah satu dari lima klub di posisi terendah Serie A, berusaha mencari stok segar dengan harga murah, dan menemukan Boaz di pertandingan persahabatan Indonesia melawan Uruguay. Ficcadenti menilai bahwa skill dan kecepatan Boaz layak untuk tampil di Serie A.
"Pace, skill, dan power," kata Ficcadenti. "Dia akan menjadi penyerang buas."
Namun bila Boaz benar-benar digaet oleh Cesena, maka dia harus bekerja keras untuk bisa masuk ke tim. Pasalnya, saat ini Cesena memiliki 8 orang striker dalam squad mereka, termasuk Erjon Bogdani yang telah mencetak 2 gol di pentas Serie A.
Tidak hanya itu, kepindahan Boaz ke liga asing juga tampaknya akan semakin sulit dengan sistim birokrasi dalam negeri, seperti yang pernah dialami oleh penyerang timnas Kurniawan dan kiper Kurnia Sandi yang batal dikontrak oleh Sampdoria pada tahun 1998 karena intervensi PSSI.
Ketua PSSI Nurdin Halib membantah bahwa PSSI sengaja mempersulit pemain untuk bermain di liga asing.
"Tidak ada hal semacam itu," tandasnya. "Buktinya Bambang (BePe) dan Ellie (Alboy) pernah bermain di Malaysia."
"Tentu saja klub wajib untuk melakukan pembicaraan dengan PSSI terlebih dahulu," tambahnya.
Pihak Cesena mengakui belum melakukan pembicaraan baik dengan pihak PSSI maupun Persija mengenai ketertarikan mereka untuk memboyong Boaz Salossa ke Serie A.
"Kami masih mencermati perkembangan selanjutnya," kata Ficcadenti, yang juga merangkap sebagai manajer Cesena.
"Dia punya bakat, tapi tidak di tempat yang tepat," kata pelatih Cesena, Massimo Ficcadenti.
Cesena yang saat ini menjadi salah satu dari lima klub di posisi terendah Serie A, berusaha mencari stok segar dengan harga murah, dan menemukan Boaz di pertandingan persahabatan Indonesia melawan Uruguay. Ficcadenti menilai bahwa skill dan kecepatan Boaz layak untuk tampil di Serie A.
"Pace, skill, dan power," kata Ficcadenti. "Dia akan menjadi penyerang buas."
Namun bila Boaz benar-benar digaet oleh Cesena, maka dia harus bekerja keras untuk bisa masuk ke tim. Pasalnya, saat ini Cesena memiliki 8 orang striker dalam squad mereka, termasuk Erjon Bogdani yang telah mencetak 2 gol di pentas Serie A.
Tidak hanya itu, kepindahan Boaz ke liga asing juga tampaknya akan semakin sulit dengan sistim birokrasi dalam negeri, seperti yang pernah dialami oleh penyerang timnas Kurniawan dan kiper Kurnia Sandi yang batal dikontrak oleh Sampdoria pada tahun 1998 karena intervensi PSSI.
Ketua PSSI Nurdin Halib membantah bahwa PSSI sengaja mempersulit pemain untuk bermain di liga asing.
"Tidak ada hal semacam itu," tandasnya. "Buktinya Bambang (BePe) dan Ellie (Alboy) pernah bermain di Malaysia."
"Tentu saja klub wajib untuk melakukan pembicaraan dengan PSSI terlebih dahulu," tambahnya.
Pihak Cesena mengakui belum melakukan pembicaraan baik dengan pihak PSSI maupun Persija mengenai ketertarikan mereka untuk memboyong Boaz Salossa ke Serie A.
"Kami masih mencermati perkembangan selanjutnya," kata Ficcadenti, yang juga merangkap sebagai manajer Cesena.

