Tahukah anda

Teknologi

Foto

Top 10

Jumat, 01 April 2011

Al-Qaeda Sebut Khadafi Pemimpin Gila

Majalah al-Qaeda, Inspire, terbitan Maret 2011 menampilkan tema pergolakan di Libya. Pada majalah tersebut, pemimpin Libya Muammar Khadafi dikatakan sebagai orang gila dan pemimpin palsu.

Dilansir dari laman Indian Express, Jumat, 1 April 2011, majalah edisi ke lima yang hanya terbit di internet ini menampilkan sebuah artikel utama yang ditulis oleh ulama besar al-Qaeda, Anwar al-Awlaki, berjudul "Tsunami Perubahan".

Pada artikel ini dikatakan bahwa Khadafi akan jatuh dan akan dikenal oleh sejarah sebagai pemimpin palsu paling gila yang pernah ada. Hal ini, ujar Awlaki, adalah karena berbagai kontradiksi, kebohongan, dan berbagai kebodohan dan konspirasi yang konyol yang telah dilakukannya.

Majalah tersebut juga menghadirkan tulisan dari pemimpin kedua al-Qaeda yang juga mengatakan hal yang sama mengenai Khadafi. Dia mengatakan bahwa Khadafi adalah musuh Allah yang harus dibasmi.

"Kami tidak tahu mana yang lebih lucu. Kontradiksi bahwa Khadafi mengutip dirinya sendiri di dalam buku hijau atau bagaimana dia memulai wawancara dengan BBC dengan tawa yang angkuh," ujar Zawahiri. Buku hijau adalah buku prinsip-prinsip dasar Libya yang ditulis oleh Khadafi.

Al-Qaeda tidak secara langsung mengungkapkan pandangannya terhadap pergolakan di Timur Tengah, namun mereka mengatakan bahwa para pemimpin negara-negara yang bergejolak telah ketahuan belangnya.

"Para musuh Allah yang murtad dan berlagak seperti bintang besar memperlihatkan kepada dunia kebohongan, penipuan dan kepemimpinan tirani mereka," tulis sebuah catatan di majalah tersebut.

Catatan tanpa nama penulis ini mengatakan bahwa warga Libya telah berusaha untuk melawan pemimpin palsu ini untuk alasan yang tepat. Mereka mengatakan bahwa di antara semua diktator Timur Tengah, Khadafi adalah pemimpin terburuk dan terkonyol.

"Kami meminta saudara-saudari kami di Libya untuk meneruskan perlawanan melawan rezim Khadafi dan bersabar sampai tirani runtuh," tulis catatan tersebut lagi.
Majalah berbahasa Inggris ini pertama kali terbit pada bulan Juli yang salah satu artikelnya memuat tulisan Osama bin Laden dan Awlaki. Pada edisi perdana juga terdapat artikel yang berjudul “Make a Bomb in the Kitchen of Your Mom" yang mengajarkan membuat bom pipa dengan bahan seadanya -- yang bahkan bisa ditemukan di dapur rumah.
Majalah ini termasuk ke dalam jaringan media Al Qaeda, Al Fajr Media Center, yang bertujuan untuk memberikan propaganda bagi para militan di negara-negara Barat.
Departemen Pertahanan Dalam Negeri Amerika (DHS) mengaku khawatir penerbitan majalah ini dapat menginspirasi warga Amerika untuk melancarkan serangan di masa depan.
Advertise Here

KPK Siap Paparkan Hasil Kajian PSSI

Hasil kajian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah hampir rampung. Pekan depan, hasil itu diharapkan bisa dibeberkan untuk publik.

"Dalam waktu dekat akan kita akan segera paparkan, mungkin sekitar minggu depan," kata juru bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2011).

Pemaparan itu rencananya dihadiri oleh Ketua KONI, Rita Subowo dan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Malarangeng. Namun rencana pastinya, Johan mengaku belum tahu.

Menurut Wakil Ketua KPK Haryono Umar, proses kajian itu memang masih terus digodok oleh tim KPK. Pimpinan sendiri belum menerima laporan dari tim.

Terkait penggunaan APBD, pihak Departemen Dalam Negeri akan membuat aturan yang melarang klub-klub profesional menggunakan dana dari daerah. Saat ini sebagian besar klub peserta kompetisi Liga Super Indonesia yang dinaungi PSSI, memakai dana APBD.

Advertise Here

Invasi Libya, FUI Demo Kedubes AS

Kepolisian juga melengkapi keamanan dengan dua buah mobil barracuda.

Sekitar 100 orang yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) mendemo Kedutaan Besar Amerika Serikat. Massa menuntut Amerika untuk menghentikan serangan invasi militer terhadap Libya.

Dalam aksi yang dilakukan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat ini, FUI menuding AS berupaya menghancurkan negara-negara Islam di dunia dan meminta kongres Amerika Serikat tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia terkait pembubaran Ahmadiyah.

"Amerika ingin menguasai Libya karena minyaknya," kata Ustad Komarudin selaku orator dalam aksi demonstrasi FUI di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Jumat 1 April 2011.

Dalam aksi demonstrasi ini kepolisian mengerahkan 400 personel gabungan dari Polsek Gambir, Polres Jakarta Pusat, dan Polda Metro Jaya untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar AS.

Selain mengerahkan sejumlah personel berseragam lengkap, kepolisian juga melengkapi keamanan dengan dua buah mobil barracuda, dan sebuah mobil kawat berduri untuk menghalau pengunjuk rasa mendekat.

"Personel yang diturunkan berjumlah 400 anggota, dari Polsek, Polres, dan Polda Metro Jaya. Ini dilakukan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Wakapolsek Gambir, Komisaris Polisi Handini di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Para demonstran ini longmarch dari bundaran Hotel Indonesia ke Kedutaan Besar AS. Selain mendemo soal serangan Amerika ke Libya, tuntutan mereka lainnya yakni mendesak Presiden membubarkan ajaran Ahmadiyah.

Massa juga menuntut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk menerbitkan Perda tentang larangan ajaran Ahmadiyah. "Presiden harus bubarkan Ahmadiyah. Gubernur harus segera menerbitkan Perda ataupun Pergub larangan ajaran Ahmadiyah yang menyesatkan," kata Komarudin.
Advertise Here

Kamis, 31 Maret 2011

Warna-warni Festival Holi

Festival Holi adalah festival awal musim semi yang dirayakan di India, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, serta negara-negara lain yang berpenduduk mayoritas Hindu. Dalam festival yang digelar selama 16 hari tersebut, umat Hindu berkumpul di sebuah tempat untuk saling melemparkan bubuk atau menyiramkan air berwarna-warni. 


Sejumlah warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di Nandgaon, dekat Mathura, India


Sejumlah warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di Nandgaon, dekat Mathura, India


Seorang warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di Allahabad, India, Jumat 


Sejumlah warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di Calcutta, India


Perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India,


Perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India


Kemeriahan Festival Holi di Calcutta, India


Perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India


Perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India


Seorang warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India


Seorang warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di Calcutta, India


Perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India


Perayaan Festival Holi di kuil Banke Bihari di Vrindavan, sekitar 140 kilometer dari New Delhi, India


Kemeriahan Festival Holi di Mumbai, India


Seorang warga turut ambil bagian dalam perayaan Festival Holi di Gauhati, India




Advertise Here

FBI Tidak Mampu Pecahkan Sandi Ini

Sudah lebih dari 11 tahun FBI berusaha untuk memecahkannya.

Apakah anda memiliki otak yang encer dan pandai memecahkan sandi? Jika iya, maka mungkin anda dapat membantu Badan Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat untuk memecahkan sebuah sandi pembunuhan.

Menurut laman MSNBC, Rabu, 30 Maret 2011, sudah lebih dari 11 tahun FBI berusaha untuk memecahkan sandi yang menyimpan misteri pembunuhan seorang pria di kota St. Louis, negara bagian Missouri, Amerika Serikat.

Misteri ini dimulai pada 30 Juni 1999, saat Ricky McCormick, 41, ditemukan tewas terbunuh di rumahnya. Di dalam celana McCormick ditemukan dua lembar kertas bertuliskan huruf-huruf acak yang diduga merupakan sebuah sandi.

Tim pemecah kode FBI telah berusaha mati-matian untuk memecahkan sandi tersebut, namun mereka belum mendapatkan jawabannya. Hingga kini, tidak ada satupun tersangka yang ditangkap terkait pembunuhan ini.

"Kami sangat pandai dalam memecahkan sandi. Namun, dalam kasus ini kami membutuhkan bantuan," ujar Dan Olson, kepala badan Pemecahan Kode FBI.

"Pemecahan kode ini akan dapat mengungkap keberadaan korban sebelum dia tewas dan dapat mengungkap seluruh misteri pembunuhan ini," lanjut Olson lagi.

Olson mengatakan bahwa sandi yang ditemukan oleh FBI pada jasad McCormick dibuat dalam format yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Menurut catatan FBI, McCormick tidak lulus SMA namun dia dikenal sebagai seorang jenius otodidak. Anggota keluarganya mengatakan McCormick kerap menggunakan tulisan-tulisan sandi sejak kecil, namun tidak ada yang mengetahui apakah ada yang mengerti maksud sandi-sandi tersebut.

FBI meyakini catatan sandi berisikan lebih dari 30 baris kata tersebut dibuat McCormick tiga hari sebelum kematiannya. Inilah sandi yang membuat FBI pusing:






FBI berharap jika ada yang dapat memecahkan sandi tersebut, dapat menghubungi mereka di alamat:

FBI Laboratory
Cryptanalysis and Racketeering Records Unit
2501 Investigation Parkway
Quantico, VA 22135
Attn: Ricky McCormick Case 
Advertise Here

Panglima: Jangan Kaitkan TNI dan PSSI

"Saya minta TNI jangan dikaitkan dengan PSSI tidak ada hubungannya."

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono membantah kehadiran TNI pada kongres PSSI di Pekanbaru kemarin karena ada calon ketua umum PSSI dari anggota TNI.

Menurutnya kehadiran TNI pada kongres PSSI atas permintaan kepolisian untuk pengamanan kegiatan. "Jadi jangan dikaitkan salah satu calon dari TNI, nggak begitu," kata Laksamana TNI Agus Suhartono, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis 31 Maret 2011.

Menurut Agus, kehadiran TNI dalam Kongres PSSI adalah atas pertimbangan situasi dan sesuai dengan permintaan kepolisian. Agus pun meminta agar kehadiran TNI dalam Kongres PSSI tak dimaknai sebagai intervensi. "Saya minta TNI jangan dikaitkan dengan PSSI tak ada hubungannya, tetapi bahwasanya keberadaan anggota TNI itu benar," ujarnya.

Seperti diberitakan, Panglima TNI telah memberikan restu kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta terkait pencalonan Ketua Umum PSSI.

"Untuk pembinaan olah raga semua warga negara diizinkan untuk itu, termasuk TNI. Dipersilahkan tentunya tanpa mengabaikan tugas pokok yang diberikan kepada personil," ujarnya.

Advertise Here

Polemik Gedung DPR, Gerindra Ancam Copot Pius

Fraksi Gerindra mengancam mencopot Pius Lustrilanang dari BURT. Polemik gedung baru.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Fraksi Gerindra akan segera mencopot Pius Lustrilanang dari Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pius yang menjabat sebagai wakil ketua BURT dianggap menyuarakan kepentingan pribadinya dalam mendukung pembangunan gedung baru DPR yang anggarannya mencapai Rp1,16 triliun itu.

"Selama ini dia menyuarakan kepentingan pribadi dan tidak sejalan dengan kepentingan partai soal gedung baru," kata Fadli Zon saat dihubungi  di Jakarta, Rabu, 30 Maret 2011.

Gerindra, menurut Fadli Zon, sejak awal menolak keras pembangunan gedung baru itu. Anggaran pembangunan gedung dinilai terlalu membenam uang negara. Fadli mempertanyakan kepentingan siapa yang diperjuangkan Pius, sehingga berkukuh memperjuangkan pembangunan gedung baru. Padahal sikap menolak Gerindra itu sudah disampaikan sejak awal kepada kader-kadernya di DPR.

"Pius juga sudah mengetahui sikap ini, termasuk dalam koordinasi yang lalu. Entah siapa di baliknya," tanya Fadli. Karena itu, Gerindra pun akan melakukan investigasi untuk mencari tahu motif Pius memperjuangkan pembangunan gedung baru DPR. Gerindra pun kemudian mempersilakan apabila ada pihak yang akan memberikan laporan atau informasi soal ini.

Saat dihubungi , Pius Lustrilanang, membantah memperjuangkan kepentingan pribadi di Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat. Pius menegaskan bahwa pernyataannya soal pembangunan gedung sudah diambil dan disepakati semua fraksi selaku Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga.

"Saya menyampaikan sikap DPR," kata mantan aktivis yang pernah diculik di masa Orde Baru itu.

Sementara, sikap partai atau fraksi Gerindra, tentunya disampaikan pimpinan fraksi. Dan Pius mengaku, sebagai anggota fraksi Gerindra sudah berupaya agar fraksinya bisa menyampaikan sikap terbuka menolak pembangunan gedung baru yang bernilai lebih dari Rp1 triliun itu.

"Kapan itu? Ketika saya membuat inisiatif menggelar rapat konsultasi BURT, pimpinan DPR dan pimpinan fraksi," katanya. Di dalam forum itu, Fraksi Gerindra menyampaikan sikap menolak pembangunan gedung.

Dan Pius pun mengaku belum menerima surat pemberhentian dari posisinya di BURT. Pius pada hari Rabu ini tetap berkantor seperti biasa.

Benarkah Diberhentikan?

Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan bahwa belum ada surat pemberitahuan dari Fraksi Gerindra bahwa Pius ditarik dari BURT. Marzuki justru mempertanyakan pernyataan Gerindra seperti yang disampaikan Fadli Zon karena menurut mantan Sekretaris Jenderal DPR itu, politisi Gerindra di BURT tak pernah bersuara menolak pembangunan gedung.

Dan sampai hari Rabu, kata Marzuki, juga tak ada surat dari Fraksi atau Partai Gerindra yang meminta para politisi yang duduk di BURT diberhentikan. "Kalau memang konsisten, wakilnya di BURT dipecat, baru angkat jempol saya. Tapi itu nggak ada," kata Marzuki.

Marzuki sendiri lebih jauh menyesalkan suara-suara sumbang penolakan pembangunan gedung. Pembangunan gedung baru DPR, kata Marzuki, adalah kebijakan DPR yang diputuskan melalui rapat paripurna saat membahas rencana strategis pada 29 Juli 2010. Salah satu isi Renstra DPR 2010-2011 itu adalah pembangunan gedung baru.

"Jadi, dalam hal keputusan pembangunan gedung DPR, bukan keputusan Maruzki Alie, tapi keputusan rapat. Pembangunan gedung baru telah melalui proses panjang di Badan Urusan Rumah Tangga," kata Marzuki.

"Hasil keputusan BURT telah disosialisasikan kepada fraksi-fraksi dalam forum konsultasi. Saya, selaku Ketua DPR, tidak mungkin membatalkannya, karena pembatalan harus dilaksanakan melalui forum yang legal. Forum yang legal tersebut yang di atasnya," kata Marzuki. Forum yang dimaksud adalah rapat paripurna DPR.

Karena itu, kata Marzuki, "Permintaan yang tidak prosedural agar Ketua DPR membatalkan pembangunan gedung baru merupakan permainan politik yang membodohi publik karena mereka tahu Ketua DPR tidak mungkin membatalkan pembangunan gedung tanpa perintah dari rapat di DPR."
Sejumlah fraksi di Senayan menolak keras pembangunan gedung baru itu. Sebab anggarannya terlalu besar dan tidak mendesak untuk dibangun. Sejumlah fraksi yang menolak itu antara lain Partai Amanat Nasional dan PDI Perjuangan.
"Pimpinan Fraksi dan Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan pernah mengingatkan kepada anggota fraksi PDI Perjuangan, untuk tunda dulu pembangunan gedung DPR, revisi ulang perencanaan pembangunan gedung agar lebih efisien," ujar Tjahjo Kumolo dalam pesan tertulis kepada wartawan, Selasa 8 Maret 2011.
Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat  dan tokoh juga menolak keras pembangunan gedung baru yang mewah itu, sebab tidak ada urgensinya. Anggota dewan, kata Jusuf Kalla, tidak perlu memiliki banyak staf ahli, sebab tidak semua anggota dewan menjalankan fungsi legislasi.
Staf ahli dibanyak negara, lanjutnya, berkantor di luar dan bukan di dalam gedung DPR. Itu sebabnya, Kalla mendesak agar pembangunan gedung itu ditunda. Kalla meminta anggota dewan mencontoh Presiden dan Wakil Presiden. "Kantor mereka sederhana tapi pekerjaan tetap jalan," katanya, di Jakarta, Rabu 30 Maret 2011.
Advertise Here

Dibekuk: Umar Patek, Teroris Berbahaya Asia

Sidney Jones: "Kalau benar, maka itu penangkapan yang luar biasa penting."

Sebuah kabar mengejutkan datang dari Pakistan. Gembong teroris Umar Patek alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab ditangkap aparat keamanan negara itu sejak 2 Maret 2011 lalu. Begitu diungkapkan sumber-sumber intelijen Indonesia dan Filipina.

Kabar ini mengagetkan, sebab Pakistan merupakan wilayah yang selama ini tak disangka-sangka aparat dijadikan tempat persembunyian teroris itu. Selama ini, aparat menduga Patek bersembunyi di suatu tempat di Indonesia atau Filipina Selatan. Penangkapan Patek menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana buron teroris nomor wahid itu bisa lolos melintasi tapal batas sejumlah negara?

Apalagi, di Pakistan, pria campuran Jawa-Arab ini diduga sedang merencanakan aksi teror besar. Bersama sejumlah pentolan jaringan teroris dunia, Al Qaeda, Patek diyakini sedang merencanakan aksi teror untuk memperingati 10 tahun tragedi menara kembar World Trade Centre pada 11 September mendatang.

Di dunia intelijen terorisme, Patek bukan nama sembarangan. Rekam jejaknya di dunia teror terbentang cukup panjang, dari tahun 1980 hingga 1990. Selama itu, dia bersama sekelompok orang dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina bepergian ke Afghanistan dan Pakistan untuk mengikuti berbagai pelatihan tempur.

Saat kembali ke Asia Tenggara, mereka membentuk Jemaah Islamiyah yang dituding berada di belakang serangkaian aksi bom bunuh diri yang menyerang klub malam, restoran, hotel, dan kedutaan di Indonesia--yang menewaskan sedikitnya 260 orang.

Jamestown Foundation, institut kebijakan keamanan nasional yang berbasis di Washington, D.C. bahkan menyebut Patek sebagai salah satu "komandan senior terakhir Jemaah Islamiyah", yang memiliki pengalaman panjang di kamp Al Qaeda di Afganistan.

Sejauh ini, setidaknya empat negara telah menetapkannya sebagai buron: Indonesia, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat. Bahkan, Paman Sam menawarkan uang sebesar US$1 juta bagi siapapun yang bisa menangkap Patek--meski besaran hadiah itu masih lebih murah dari kepala Dulmatin yang dihargai US$10 juta.

Perang Maluku
Di Indonesia, sepak terjang pria kelahiran 1970 ini diawali dari konflik Maluku di tahun 2000. Nama Patek menjadi begitu terkenal setelah dia disebut-sebut sebagai salah satu otak aksi teror terbesar dalam sejarah Indonesia, yakni Bom Bali I tahun 2002. Saat itu, dia diyakini menjadi wakil komandan lapangan. Tugasnya, meracik dan merangkai bom, memantau situasi lapangan, menggambar denah lokasi, serta mencocokkan waktu dan tempat.
Darah tak ayal tumpah di Bali malam itu, 12 Oktober 2002. Sebanyak 202 orang tewas. Yang selamat terluka parah, bahkan cacat seumur hidup.

Setelah melancarkan aksi laknatnya, Patek melarikan diri ke Jakarta, lalu ke Filipina. Di negeri ini, pada 2005 dia membentuk jaringan baru yang terpisah dari kelompoknya di Indonesia. Ia diketahui bersembunyi di Filipina Selatan, menjadi pelatih teroris, bergabung dengan Front Pembebasan Moro, kemudian masuk kelompok Abu Sayyaf. Pada Maret 2010, Patek diyakini berada di Provinsi Sulu di Filipina Selatan.

Sempat tenggelam, nama Patek belakangan kembali jadi pemberitaan. Dia diduga terlibat pendirian kamp teroris di Nangroe Aceh Darussalam. "Menurut fakta-faktanya, dia adalah pelatih di sana juga," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi beberapa waktu lalu.

Di mana diadili
Meski beberapa media menyebut bahwa informasi penangkapan Patek berasal dari intelijen Indonesia, saat dikonfirmasi, Markas Besar Kepolisian mengaku baru tahu berita penangkapan itu dari media.

Polri butuh kepastian. Untuk itulah, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakadst Mabes Polri, Brigadir Jenderal Ketut Untung Yoga Ana, sebuah tim akan segera diberangkatkan ke Pakistan. Untuk membuktikan benarkah orang yang ditangkap itu adalah Umar Patek, tim akan melakukan Cek fisik. “Yang paling kenal dia (Umar Patek) kan kami," kata Untung Yoga Ana di Jakarta, Rabu, 30 Maret 2011.

Kapan cek fisik akan dilakukan, belum dipastikan. Menurut Yoga, itu akan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Luar Negeri. Koordinasi selanjutnya akan dilakukan dengan pemerintah Pakistan.

Soal di mana Patek akan diadili, Mabes Polri menyerahkannya kepada pemerintah Pakistan. "Kalau toh memang yang bersangkutan adalah dia [Umar Patek], kami lihat dulu apakah dia melakukan tindak pidana di negara itu," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Anton Bahrul Alam di Mabes Polri, Jakarta. "Yang paling berkompeten kan negara yang bersangkutan itu [Pakistan] di mana kejahatan itu berlangsung. Mereka juga bisa melakukan proses hukum di sana."

Menurut Anton, Polri hanya bisa berkoordinasi dalam rangka penyidikan. Meski demikian, pemerintah Indonesia berharap Patek bisa diseret ke meja hijau di Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Meski demikian, itu tergantung dari "apa yang dilakukannya di negara lain, kalau dia [Patek] melakukan kejahatan di negara lain, mereka punya hak."

Sebelumnya, teroris Bom Bali I lainnya yang juga warga negara Indonesia, Hambali alias Riduan Isamuddin yang ditangkap di Ayutthaya, Thailand pada 13 Agustus 2003, lalu diciduk pemerintah Amerika Serikat. Dia sempat ditahan di penjara khusus AS di Guantanamo, Kuba, dan diadili di AS. Guantanamo saat ini tinggal sejarah. Presiden AS Barack Obama telah menutupnya.

Mengenai rute pelarian Patek hingga Pakistan, Kepala Badan Reserse dan Kriminal, Komisaris Jenderal Ito Sumardi mengatakan ada indikasi kuat buron itu berangkat dari Jakarta menggunakan paspor palsu. Dia sempat transit di Bangkok, Thailand, lalu menuju Pakistan.

Tokoh kunci
Berita penangkapan Umar Patek disambut gembira aparat Filipina. Juru bicara militer Filipina Letnan Kolonel Arnulfo Burgos mengakui pihaknya telah mendapatkan informasi penting ini langsung dari otoritas Pakistan.

Juru bicara militer Filipina yang lain, Miguel Jose, mengatakan penahanan Patek adalah pukulan telak bagi Jemaah Islamiyah dan juga Abu Sayyaf. Dua organisasi ini diyakini menjalin aliansi taktis. “Banyak orang menghela nafas lega mendengar dia telah ditangkap,” kata Jose seperti dikabarkan AP, 30 Maret 2011.

Salah satu pemimpin angkatan bersenjata Filipina, Mayor Jenderal Francisco Cruz, melihat penangkapan Patek “membuat ancaman Jemaah Islamiyah di Mindanao berkurang”.

Patek telah lama diburu aparat Filipina. Dia pernah dilaporkan tewas tertembak pada 14 September 2006 di Sulu, Filipina. Namun, informasi itu tak pernah berhasil dikonfirmasi.

Pada 31 Januari 2008, dia kembali dikabarkan terluka dalam sebuah bentrok senjata antara pihak pemberontak dan tentara Filipina di Tawi-Tawi. Saat itu, Dulmatin dan pemimpin Abu Sayyaf, Wahab Opao, diberitakan tewas tertembak.

Namun, belakangan dipastikan Dulmatin tewas di tangan Densus 88 Antiteror dalam sebuah penggerebekan di sebuah warnet di Pamulang, Tangerang, pada 9 Maret 2011.

Yang juga bungah dengan penangkapan Patek adalah Direktur International Crisis Group (ICG) Asia Tenggara, Sidney Jones. Dia melihat ini adalah penangkapan penting karena Patek merupakan tokoh utama di sebuah jaringan teror penting dan luas.

"Kalau benar, maka itu penangkapan yang luar biasa penting. Umar Patek bisa menjelaskan keterkaitan jaringan teror Indonesia dengan jaringan di Asia Tenggara dan Asia Selatan," kata Jones kepada VIVAnews.

Patek, masih kata Jones, adalah juga orang yang bisa menjelaskan strategi jaringan teroris di Indonesia dan Asia Tenggara dalam hubungannya dengan jaringan internasional. Termasuk soal pendanaan dan secanggih apa jaringan itu bekerja. Dia juga bisa memberi informasi apakah ada teroris-teroris Indonesia lain di Pakistan atau Afghanistan.

"Walau kita belum tahu persis bersama kelompok apa dia saat ditangkap di Pakistan, kita mesti mendapat info tambahan sedang apa dia di Pakistan," kata Jones.

Soal hubungan Patek dengan kamp pelatihan teroris di Aceh, Jones mengaku belum tahu. Termasuk, ada tidaknya benang merah sepak terjang dia dengan Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini tengah diadili.

Sebelum ini, Jones mengaku pernah mengaku mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwa Umar Patek terlihat di Yaman. “Ini sangat berbahaya,” kata Jones kepada Sydney Morning Herald, 2 Maret lalu.“Patek ada di Timur Tengah. Ini akan sangat berbahaya karena ia punya akses lebih luas ke orang Indonesia."
Advertise Here

Sutanto: Istri Berangkat Bersama Umar Patek ke Pakistan

Sutanto: Istri Berangkat Bersama Umar Patek ke Pakistan

Gembong teroris Umar Patek ditangkap bersama istrinya di Pakistan. Rupanya sang Istri pergi ke negara tersebut bersama dengan Umar Patek sejak awal.


"Iya, bersama dia berangkat waktu ke sana (Pakistan)," ujar Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto. Hal itu disampaikan dia saat menjawab pertanyaan apakah istri Umar Patek berada di Pakistan sejak awal.

Berikut ini wawancara wartawan dengan mantan Kapolri tersebut usai rapat di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Bagaimana Umar Patek bisa masuk ke Pakistan?

Sedang kita dalami tentu yah.

Terkait kontak senjata, senjata apa yang dimiliki Umar Patek?

Nanti sedang kita cek, belum tahu.

Apa Umar Patek sedang merencanakan serangan?

Nanti kita cek.

Istri Umar Patek sudah berada di Pakistan dari awal?

Iya, bersama dia berangkat waktu ke sana.

Berangkat dengan Umar Patek?

Iya.

Umar Patek sekarang di mana?

Di Pakistan, masih, sedang kita koordinasikan tentunya. Dari dinas kita pastikan lagi. Kita tentu menghormati sistem yang berlaku di sana, di sana dia ada pelanggaran juga tentunya.

Pihak kedutaan tidak dilaporkan, kenapa?

Setelah tertangkap tentunya disampaikan.

Menurut Menlu Marty Natalegawa belum ada laporan?

Nanti dicek di sana.

Keadaan istrinya baik-baik saja?

Baik.

Informasi dari Kemlu, tim terkendala masalah perizinan?

Tidak ada masalah.

Sudah ada di Pakistan?

Sudah

Ada kerjasama dengan pihak sana?

Saya kira Indonesia dan Pakistan, ada pihak lainlah begitu.

Dimungkinkan transfer?

Ini sedang kita cek, ada pelanggaran juga tentu ya. Kita hormati yang disana. Ini sedang kita bicarakan. Nanti kita cek lagi.
Advertise Here

Siapa yang Berhak Memproses Hukum atas Umar Patek

Siapa yang Berhak Memproses Hukum atas Umar Patek?
Meski antara Indonesia dengan Pakistan belum ada perjanjian ekstradisi, namun kemungkinan besar Umar Patek akan diserahkan ke Otoritas Indonesia bila ada permintaan. Hal ini didasarkan pada tiga alasan.


Pertama, Pakistan tidak memilki kepentingan hukum atas Umar Patek. Pakistan tidak terdampak dengan kejahatan yang dilakukan oleh Umar Patek.

Kedua, Pengadilan Pakistan akan dianggap tidak berwenang mengadili Umar Patek mengingat locus delicti atau tempat terjadinya kejahatan bukan di Pakistan, melainkan di Indonesia.

Terakhir, untuk menunjukkan komitmen Pakistan atas pemberantasan terorisme maka menyerahkan Umar Patek ke Indonesia merupakan wujud kongkritnya.

Namun demikian bisa saja Pakistan menyerahkan kepada Amerika Serikat mengingat Umar Patek juga dicari oleh otoritas AS. Bahkan bagi yang menemukan Umar Patek akan dijanjikan hadiah oleh Otoritas AS.

Ada tiga alasan mengapa Otoritas Pakistan lebih mengabulkan permintaan AS daripada Indonesia.

Pertama, Pakistan memiliki kedekatan dengan AS dalam memerangi terorisme daripada Indonesia.

Kedua, posisi tawar AS di mata Pakistan lebih tinggi daripada Indonesia.

Ketiga, penyerahan Umar Patek ke AS lebih menjamin Umar Patek daripada Indonesia.

Saat ini belum diketahui apakah pemerintah AS hendak meminta Umar Patek ke Pakistan. Bila saat ini AS masih dipimpin oleh George W Bush maka proses hukum terhadap Umar Patek merupakan prioritas. Kebijakan Presiden Obama terkait dengan pelaku teror 9/11 belum diketahui secara jelas.

Bila memang ada permintaan dari AS maka pemerintah Indonesia sebaiknya melakukan lobby kepada AS dan Pakistan.

Lobby dilakukan untuk memastikan agar Umar Patek sebagai warga Indonesia diadili di Indonesia. Terlepas kejahatan yang telah dilakukan oleh Umar Patek, pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk melindungi warga negaranya.

Perlindungan bukan berarti pembelaan tetapi memastikan warga negara menghadapi proses hukum di Indonesia.

Pemerintah harus dapat meyakinkan Pemerintah AS maupun Pakistan, Umar Patek akan diproses hukum dan akan mendapat hukuman yang setimpal dengan kejahatan yang dilakukan.
Advertise Here

Facebook Fan page

Suported By

what is my ip address?
 
Copyright © 2011. Be a Unique . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News